Sabtu, 21 Juli 2012

Rangkai Tulisanmu menjadi Buku



Aktivitas menulis sekarang ini telah menjadi suatu keharusan dan kecanduan. Hal inilah yang mungkin telah banyak dirasakan oleh penggiat kepenulisan Online yang dikenal dengan istilah Blogger. Bagi Blogger yang sudah nge-blog setahunan tentunya sudah menulis ratusan artikel. Dapat anda bayangkan apabila seluruh postingan (istilah artikel yang dipublikasikan di blog) tersebut menjadi sebuah buku, maka sudah setebal apa buku anda.

Resensi The Golden Rule of Success

”Jika seseorang melakukan banyak hal untuk orang lain sampai tindakannya itu menjadi kebiasaan sehingga dia tidak menyadarinya, segala kekuatan baik alam semesta berbaris di belakangnya dan apapun yang dikerjakannya.” (Bruce Barton)

Waktu bergerak sama disemua tempat diseluruh permukaan bumi ini. Sehari hanya 24 jam, maaf hanya 24 jam, tidak kurang dan tidak lebih karena.. itulah perhitungan yang disepakati oleh penduduk bumi ini. Kalau tidak percaya, belilah jam tangan atau jam dinding dari negeri mana saja dan menggunakan bahasa apa saja, hitunglah ruas pembagian jamnya, pasti hanya 12 untuk menghitung waktu siang yang sekaligus berarti 12 untuk menghitung waktu malam. Totalnya pasti 24 jam.

Selasa, 17 Juli 2012

Gemini Publishing Merilis Buku Perdana

Gemini Publishing pada Selasa (17/7) merilis buku perdana yang ditulis oleh Muhammad Siddiq (mahasiswa Hubungan Internasional UMY) dengan judul Demokrasi Yang Terpenjarakan: Pengamatan Tragis Seorang Analis Pemula. Buku ini merupakan buku pertama yang diterbitkan melalui penerbitan ini, yang juga buku pertama yang ditulis Muhammad Siddiq pada semester 3 lalu (2009).

Terbitkan Buku Anda Sendiri !

Sebuah karya dilahirkan tentu memiliki tujuan. Untuk siapa dan untuk apa. Karya tulis diharap sang penulis pastinya berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain sebagai pembacanya. Selama ini masih sebuah hal yang menarik dan menjadi pilihan jika karya kita bisa jadi sebuah buku. Produk konvensional yang layak dipertahankan. Mengingat tidak semua orang bisa mengakses internet dan budaya membaca itu masih bagian dari sarana rekreasi, yaitu santai dan butuh waktu tertentu untuk melakukannya.

Banyak teman-teman penulis yang karya-karyanya bagus, sering bingung mau di kemanakan. Diterbitkan penerbit, beli putus atau main royalty atau diterbitkan sendiri. Semua pilihan punya risiko. Dengan penerbit jelas kita di bawah benderanya, bahkan di bawah bayang-bayangnya sebagai kapitalis. Sedang mau menerbitkan sendiri masih banyak bayangan kendala dan minimnya pengetahuan bagaimana menerbitkan sebuah karya dalam bentuk buku.